Pengalaman Memakai Combantrin Untuk Mengobati Biduran

Posted by under Blog

Pengalaman memakai Combantrin – Cuaca saat ini benar-benar susah diprediksi. Kadang suhu sangat panas menyengat hingga turun drastis menjadi sangat dingin. Sebenarnya saya, istri dan ketiga buah hati kami memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup baik. Istri saya benar-benar mengatur pola makan kami dengan sempurna.

Namun jeleknya saya, saya tidak bisa bertahan di kedinginan. Kerasa dingin sebenatar saja saya pasti sudah gatal-gatal alias biduran. Ini memang penyakit bawaan dari kecil dulu. Bersyukurnya ketiga anak saya tidak ada yang ikuti-ikutan punya alergi dingin biduran kaya saya. Biduran atau kaligata merupakan penyakit gatal-gatal yang muncul ketika merasa kedinginan. Jeleknya, saya menderita alergi ini sudah dari sejak TK sampai punya anak 3 kini alergi tersebut masih saja ada.

Setelah menikah, tak lupa istri saya selalu menyediakan stok obat langganan sedari dulu di lemari obat. Bahkan obat biduran pun selalu tersedia di tas kerja saya. Sewaktu-waktu mulai gatal-gatal langsunglah saya minum obat itu. Selama lima tahun terakhir ini, tepatnya setelah kelahiran anak kedua saya, biduran yang saya derita nampaknya semakin parah saja.

Rasanya obat yang saya konsumsi berupa CTM yang biasa dibeli di toko obat sudah lagi tak semanjur dulu. Hal ini bermula saat saya pulang dari kantor dan kehujanan. Waktu itu sebagian tubuh tetap saja basah meskipun sudah pakai jas hujan. Sesampainya di rumah, saya langsung mandi, makan malam dan tidur. Malam harinya sebelum tidur hanya terasa sedikit gatal di area punggung. Namun keesokan harinya, telapak tangan dan kaki, wajah, lengan dan hampir sekujur badan saya terasa sangat gatal. Semuanya membentol.

Padahal malam harinya sebelum tidur saya sudah konsumsi CTM dengan dosis seperti biasa untuk jaga-jaga. Pagi harinya setelah merasakan kedatangan biduran pun saya mengonsumsi lagi. Untung hari itu pas libur jadi tidak perlu ijin dari kantor. Selang beberapa jam rasa gatal dan bentol berkurang. Hingga hari keesokannya biduran tersebut masih ada namun tinggal gatal di beberapa bagian tubuh saja. Saya pun berangkat ke kantor.

Sejak saat itu, intensitas biduran datang menjadi sangat sering dan cenderung tidak teratur. Setiap kali dibilangi teman soal obat biduran hampir semua saya coba. Dari mulai pil-pil dari apotek hingga air kepala muda. Bukannya sembuh, tapi kulit saya juga ikut menjadi lebih sensitif. Bekas bentol yang digaruk akan menjadi seperti luka. Bahkan hanya tersenggol sedikit saja ke sudut meja membuat kulit dan areanya menjadi sangat gatal.

Dapat Rekomendasi Agar Memakai Combantrin

Setelah cukup jenuh mencoba ini dan itu, akhirnya ada satu kerabat yang datang dari luar kota mendengar keluhan saya tentang biduran. Olehnya saya dsarankan untuk mengonsumsi obat cacing yakni Combantrin. Ia juga turut prihatin karena meskipun terdengar sepele, namun biduran yang tidak segera dihilangkan atau diobati dapat memicu sesak nafas ketika usia seseorang sudah mencapai 50 tahun ke atas.

Saya cobalah meminum 4 tablet combantrin sebelum tidur. Setelah 1 atau 2 jam kemudian, saya sempat ingin marah karena rasa gatal dan biduran malah muncul semakin menjadi. Sekitar jam 2 atau setengah 3 pagi saya barulah bisa terlelap. Keesokan harinya saya merasakan perubahan yang luar biasa. Setelah semalam saya sudah emosional dan mempertanyakan kinerja combantrin. Pagi harinya rasa gatal dan biduran menjadi berkurang drastis. Bahkan jika tumbuh gatal, dibiarkan selama kurang lebih 15 menit tanpa digaruk, rasa gatal itu akan menghilang.

Karena merasakan kesembuhan dan manfaat yang sungguh luar biasa, saya mengonsumsi obat cacing tersebut selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya sungguh sangat memuaskan. Kini bahkan saya menjadi sangat jarang sekali biduran. Saya perisakan ke dokter perihal kesehatan kulit saya pun hasilnya baik dan tidak kambuh-kambuh lagi setelah pengalaman memakai Combantrin ini.

1 thought on “Pengalaman Memakai Combantrin Untuk Mengobati Biduran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *